Soalan Supir Indon :
Pelajari dulu sejarah kerajaan2 kecil yang tersebar di indonesia sebelum masanya kerajaan sriwijaya, kerajaan sunda, kerajaan mataram, kerajaan majapahit yang dapat takhluk kan hampir seluruh wilayah asia. disutu kamu akan faham bagaimana berdirinya negaramu dan negara indonesia...
selamat mencoba
Jawapan Anak Malaysia:-
Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Sunda, Kerajaan Mataram, Kerajaan Majapahit dapat takhluk kan hampir seluruh wilayah Asia?
Seluruh wilayah Asia? Kau tahu ke, benua, wilayah, rantau Asia dari mana hingga mana? Dari Lebanon hingga ke Jepun. Asia Tenggara lain. Kepulauan Melayu (Malay Archipelago) lain.
Jangan lupa empayar Melaka yang juga takluk Sumatera dan memperkaya dan meyibar bahasa Melayu di "Nusantara".
Majapahit yang dikatakan empayar terbesar dalam sejarah "Nusantara" tidak sempat dan tidak berdaya meyibarkan bahasa Jawa di seluruh "Nusantara" sebab Bahasa Jawa tu tidak egalitarian dan ada banyak tahap bahasanya...
Orang "Nusantara" kesemuanya perantau laut bukan? Hingga ke Malagasy dan kepulauan Pasifik. Jadi, banyak "cross fertilisation" budaya.
Lembah Bujang dan Langkasuka di Semenanjung Melayu juga penting dalam sejarah perdagangan di Asia Tenggara, India dan China zaman dahulu.
Biasa dengar istilah Golden Chersonese? Semenanjung Melayu sudah diketahui dalam sejarah Barat sudah lama. Dari zaman Roman lagi pada abad pertama.
Claudius Ptolemy yang namakan Semenanjung Melayu sebagai Golden Chersonese sebab Semanjung Melayu adalah sumber pengeluaran emas zaman itu. Mereka tidak tahu fasal pulau Jawa dan empayar Majapahit hingga penjajah Barat datang ke "Nusantara" mencari rempah....
Thursday, September 10, 2009
Wednesday, September 9, 2009
Dedah Penipuan Indon
Sengketa Malaysia dan Indonesia bermula apabila kesilapan Discovery Channel memasukan tari Pendet dalam iklan promo enigmatic Malaysia.
Yang Benarnya:
Tari Pendet:
Tidak dikenali di Malaysia. Dalam siri documentary enigmatic Malaysia itu tidak ada langsung tentang Tari Pendet. Ini mmg sah kesilapan discovery Channel.
Sudah selesai Tari pendet.. media Indonesia membuat liputan tentang Penyiksaan terhadap seseorang yg diduga TKI.
Isu Penyiksaan TKI:
Video itu diambil di youtube. Lantas media Indonesia membuat liputan ini. Yg benarnya.. Orang dalam Video itu bukan TKI tetapi warga Malaysia sendiri yg ditangkap kerna kasus Rogol.
Selepas itu.. media Indonesia masih tidak puas hati akan kasus diatas. lantas mereka bikin liputan Klaim terhadap Pulau Jemur
Pulau Jemur:
Ini lah akibatnya kalau tidak menyelidiki terlebihi dahulu. Sampai.. SBY, TNI, menteri2 di Indonesia turut terprovokasi soal ini. Yg benarnya.. ada dua nama yg hampir sama tapi pulau yg berlainan.
Pulau Jemur - Indonesia
Pulau Jemor - Malaysia
Tidak pernah di klaim. Itu Provokasi melampau.
Forum Topix:
Selapas itu.. media Indonesia masih mau mencari masalah. Lantas mereka meliput di forum Topix. Mereka cuma meliput soal penghinaan Lagu Indonesia Raya. Yg benarnya... Lagu Negaraku juga dihina, Sultan2 Malaysia dihina, dan banyak lagi. Gara2 itu...media Indonesia terus diam2.
Gawat lagi...gara2 Media Indonesia tidak dapat mencari bukti atas klaim Malaysia sebelum itu..maka harapan mereka untuk menang bersandarkan Lagu Negaraku yg diyakini dijiplak dari Terang Bulan.
Lagu Negaraku:
Kasus ini membikin malu sendiri. Setelah dikaji... Lagu Negaraku tidak menjiplak teran bulan. Lagu Negaraku diambil dr pencipta Perancis. Dan digunakan untuk Lagu negeri Perak sejak 1888. Tetapi Lagu terang bulan yg menjiplak Lagu Malayan Moon.
Media Indonesia mereka mengatakan bahawa Malaysia mengambil lagu Terang Bulan. Sedangkan lagu "Allah Lanjutkan Usia Sultan" yang mempunyai melodi yang sama dengan lagu Terang Bulan sudah ada di Negeri Perak pada tahun 1888.
Di Malaysia memang tahu(ini adalah kasus lama).. ia dicipta oleh Pencipta Perancis dan lalu dijadikan lagu Negeri Perak - "Allah Lanjutkan Usia Sultan" (1888). Lagu Negeri perak di jadikan lagu Negaraku 1957.
Tuduhan ini jelas tidak benar.
Kasus Klaim sebelum ini?
Batik, Reog, keris, wayang kulit, rasa sayange dan lain tidak pernah diklaim oleh Malaysia. Itu mmg asal usul dr Indonesia.
Yang Benarnya:
Tari Pendet:
Tidak dikenali di Malaysia. Dalam siri documentary enigmatic Malaysia itu tidak ada langsung tentang Tari Pendet. Ini mmg sah kesilapan discovery Channel.
Sudah selesai Tari pendet.. media Indonesia membuat liputan tentang Penyiksaan terhadap seseorang yg diduga TKI.
Isu Penyiksaan TKI:
Video itu diambil di youtube. Lantas media Indonesia membuat liputan ini. Yg benarnya.. Orang dalam Video itu bukan TKI tetapi warga Malaysia sendiri yg ditangkap kerna kasus Rogol.
Selepas itu.. media Indonesia masih tidak puas hati akan kasus diatas. lantas mereka bikin liputan Klaim terhadap Pulau Jemur
Pulau Jemur:
Ini lah akibatnya kalau tidak menyelidiki terlebihi dahulu. Sampai.. SBY, TNI, menteri2 di Indonesia turut terprovokasi soal ini. Yg benarnya.. ada dua nama yg hampir sama tapi pulau yg berlainan.
Pulau Jemur - Indonesia
Pulau Jemor - Malaysia
Tidak pernah di klaim. Itu Provokasi melampau.
Forum Topix:
Selapas itu.. media Indonesia masih mau mencari masalah. Lantas mereka meliput di forum Topix. Mereka cuma meliput soal penghinaan Lagu Indonesia Raya. Yg benarnya... Lagu Negaraku juga dihina, Sultan2 Malaysia dihina, dan banyak lagi. Gara2 itu...media Indonesia terus diam2.
Gawat lagi...gara2 Media Indonesia tidak dapat mencari bukti atas klaim Malaysia sebelum itu..maka harapan mereka untuk menang bersandarkan Lagu Negaraku yg diyakini dijiplak dari Terang Bulan.
Lagu Negaraku:
Kasus ini membikin malu sendiri. Setelah dikaji... Lagu Negaraku tidak menjiplak teran bulan. Lagu Negaraku diambil dr pencipta Perancis. Dan digunakan untuk Lagu negeri Perak sejak 1888. Tetapi Lagu terang bulan yg menjiplak Lagu Malayan Moon.
Media Indonesia mereka mengatakan bahawa Malaysia mengambil lagu Terang Bulan. Sedangkan lagu "Allah Lanjutkan Usia Sultan" yang mempunyai melodi yang sama dengan lagu Terang Bulan sudah ada di Negeri Perak pada tahun 1888.
Di Malaysia memang tahu(ini adalah kasus lama).. ia dicipta oleh Pencipta Perancis dan lalu dijadikan lagu Negeri Perak - "Allah Lanjutkan Usia Sultan" (1888). Lagu Negeri perak di jadikan lagu Negaraku 1957.
Tuduhan ini jelas tidak benar.
Kasus Klaim sebelum ini?
Batik, Reog, keris, wayang kulit, rasa sayange dan lain tidak pernah diklaim oleh Malaysia. Itu mmg asal usul dr Indonesia.
Friday, September 4, 2009
Indon patent?
- Indonesia claims the keris "as its own" being "invented" or having "originated" in a certain area or by a certain ethnic group of Indonesia.
- The keris is a weapon found widely in Southeast Asia, including what Malaysia, Brunei, Thailand in various shapes and forms.
- The "sword" is a weapon found all over the world in various shapes and forms. No one people and country claimed to have "origated" the sword, but to acknowledge that the Japanese samurai and ninja swords are not the same as a Spanish or Arabic or Turkish sword.
- Can Indonesia copyright or patent the keris as its intellectual property with WIPO? Did UNESCO really say Indonesia is the country of origin of the keris and thus Indonesia has sole claims on it?
- As parts of Malaysia now were parts of Sriwijaya and Majapahit, did Indonesians not know that parts of Indonesia now were part of Melaka empire?
- Did Indonesians not know that the Melaka empire, as an trading centre was instrumental in spreading Bahasa Melayu throughout the Malay archipelago?
- From the times Langkasuka, Sriwijaya, Majapahit, Melaka, Dutch and English colonisation and now, there were free flow of people and ideas and cultural cross fertilisation in what is Malaysia and Indonesia just as in all Southeast Asia and the rest of the world.
- Do Indonesia really think it can now dictate and control this process now when its ethnic groups have benefited tremendously in their cultural development from external sources and influeces, particularly from India and now "pretends" it is all "indigenous"?
- Indonesia better do their "cultural" products better in quality, especially in arts and crafts, in the marketing of their performing arts such as the so-called traditional dances better... as pendet dance of Bali, batik Jawa, angklung Sunda etc..... branding is everything for distintiveness of where it comes from.
- I think Malaysia batik is better than Javenese batik of whatever specific areas. I think the Kajang satay is more delicious than sate Padang.
- Branding, branding, branding and to be specific to designers and manufacturers to be able to patent or copyright them.
- McDonald's has branded and patented their image and hamburgers even though hamburgers is in the public domain as a foodstuff. We now have a choice of home-cooked burgers, Ramly Burgers or Wendy's too if we don't want McDonald's burgers.
- The same principle applies to batik....branding and marketing to identity and differentiate in the marketplace.
Cheers
- The keris is a weapon found widely in Southeast Asia, including what Malaysia, Brunei, Thailand in various shapes and forms.
- The "sword" is a weapon found all over the world in various shapes and forms. No one people and country claimed to have "origated" the sword, but to acknowledge that the Japanese samurai and ninja swords are not the same as a Spanish or Arabic or Turkish sword.
- Can Indonesia copyright or patent the keris as its intellectual property with WIPO? Did UNESCO really say Indonesia is the country of origin of the keris and thus Indonesia has sole claims on it?
- As parts of Malaysia now were parts of Sriwijaya and Majapahit, did Indonesians not know that parts of Indonesia now were part of Melaka empire?
- Did Indonesians not know that the Melaka empire, as an trading centre was instrumental in spreading Bahasa Melayu throughout the Malay archipelago?
- From the times Langkasuka, Sriwijaya, Majapahit, Melaka, Dutch and English colonisation and now, there were free flow of people and ideas and cultural cross fertilisation in what is Malaysia and Indonesia just as in all Southeast Asia and the rest of the world.
- Do Indonesia really think it can now dictate and control this process now when its ethnic groups have benefited tremendously in their cultural development from external sources and influeces, particularly from India and now "pretends" it is all "indigenous"?
- Indonesia better do their "cultural" products better in quality, especially in arts and crafts, in the marketing of their performing arts such as the so-called traditional dances better... as pendet dance of Bali, batik Jawa, angklung Sunda etc..... branding is everything for distintiveness of where it comes from.
- I think Malaysia batik is better than Javenese batik of whatever specific areas. I think the Kajang satay is more delicious than sate Padang.
- Branding, branding, branding and to be specific to designers and manufacturers to be able to patent or copyright them.
- McDonald's has branded and patented their image and hamburgers even though hamburgers is in the public domain as a foodstuff. We now have a choice of home-cooked burgers, Ramly Burgers or Wendy's too if we don't want McDonald's burgers.
- The same principle applies to batik....branding and marketing to identity and differentiate in the marketplace.
Cheers
Tuesday, August 18, 2009
Mengapa Indonesia tidak mahu membawa Ambalat ke Pengadilan Internasional?
Mengapa Indonesia mendadak mengakui perairan yang bukan miliknya ini
sebagai bagian wilayah Indonesia??? Tidak lain karena perairan ini
mengandung minyak yang bisa disedot selama 30 tahun.
Namun yang namanya hukum tetap hukum, Malaysia tidak mau ter-buru2 karena
pihak Malaysia sangat tahu kalo wilayah itu milik mereka dan sampai kapanpun
pihak Indonesia pasti kalah kalau mau mendaulatnya.
Pengadilan Internasional mengenai batas negara tempohari memenangkan
Malaysia sebagai pemilik Sipadan-Ligitan sehingga otomatis perairan Ambalat
ini masuk wilayah Malaysia karena Ambalat itu terletak antara
Sipadan-Ligitan dan Sabah.
Berdasarkan hukum Internasional, Malaysia sudah sejak dulu membangun pulau2
sekitar perairan Ambalat ini, semua lurah hingga RT/RW-nya mendapat gaji
langsung dari pemerintahan Malaysia. Lalu bagaimana mungkin Indonesia bisa
memaksakan kedaulatannya sementara penduduk disana pun mengakui wilayah
mereka adalah wilayah Malaysia ????
Disinilah letaknya persoalan, ternyata Indonesia tidak mau persoalan
Ambalat ini dibawa kepengadilan Internasional, dan atas usul Indonesia
inilah Malaysia oke2 saja selama bisa diselesaikan secara damai.
Celakanya, Indonesia sudah menjual perairan ini kepada perusahan minyak
Italia, "ENI" untuk mengebor minyak minyaknya. Oleh karena itulah RI berdaya
upaya ber-pura2 marah sewaktu perusahan minyak ENI ini diusir oleh pasukan
Malaysia. Akibatnya ENI meneliti hukum dan UU yang berlaku dan memastikan
perairan Ambalat ini milik Malaysia sehingga perusahaan minyak ENI ini
meminta agar pemerintah RI mengembalikan uang yang sudah dibayarkannya itu.
Tetapi pemerintah RI ngotot tidak mau mengembalikannya dan membuat sandiwara
se-olah2 Malaysia merebut wilayahnya yang disebar luaskan disemua media
diseluruh Indonesia.
Jadi tujuannya menuntut perairan Ambalat itu sama sekali bukan karena mau
direbut Malaysia, melainkan memang wilayah Malaysia dan RI ber-pura2
se-olah2 wilayahnya direbut Malaysia agar tuntutan ENI bisa dibatalkan.
Kemungkinan besar uangnya itu sudah habis dimakan rame2 para pejabat2
negara RI ini sehingga tak mungkin dikembalikan lagi selain cuma bermain
sandiwara saja untuk mengulur waktu.
sebagai bagian wilayah Indonesia??? Tidak lain karena perairan ini
mengandung minyak yang bisa disedot selama 30 tahun.
Namun yang namanya hukum tetap hukum, Malaysia tidak mau ter-buru2 karena
pihak Malaysia sangat tahu kalo wilayah itu milik mereka dan sampai kapanpun
pihak Indonesia pasti kalah kalau mau mendaulatnya.
Pengadilan Internasional mengenai batas negara tempohari memenangkan
Malaysia sebagai pemilik Sipadan-Ligitan sehingga otomatis perairan Ambalat
ini masuk wilayah Malaysia karena Ambalat itu terletak antara
Sipadan-Ligitan dan Sabah.
Berdasarkan hukum Internasional, Malaysia sudah sejak dulu membangun pulau2
sekitar perairan Ambalat ini, semua lurah hingga RT/RW-nya mendapat gaji
langsung dari pemerintahan Malaysia. Lalu bagaimana mungkin Indonesia bisa
memaksakan kedaulatannya sementara penduduk disana pun mengakui wilayah
mereka adalah wilayah Malaysia ????
Disinilah letaknya persoalan, ternyata Indonesia tidak mau persoalan
Ambalat ini dibawa kepengadilan Internasional, dan atas usul Indonesia
inilah Malaysia oke2 saja selama bisa diselesaikan secara damai.
Celakanya, Indonesia sudah menjual perairan ini kepada perusahan minyak
Italia, "ENI" untuk mengebor minyak minyaknya. Oleh karena itulah RI berdaya
upaya ber-pura2 marah sewaktu perusahan minyak ENI ini diusir oleh pasukan
Malaysia. Akibatnya ENI meneliti hukum dan UU yang berlaku dan memastikan
perairan Ambalat ini milik Malaysia sehingga perusahaan minyak ENI ini
meminta agar pemerintah RI mengembalikan uang yang sudah dibayarkannya itu.
Tetapi pemerintah RI ngotot tidak mau mengembalikannya dan membuat sandiwara
se-olah2 Malaysia merebut wilayahnya yang disebar luaskan disemua media
diseluruh Indonesia.
Jadi tujuannya menuntut perairan Ambalat itu sama sekali bukan karena mau
direbut Malaysia, melainkan memang wilayah Malaysia dan RI ber-pura2
se-olah2 wilayahnya direbut Malaysia agar tuntutan ENI bisa dibatalkan.
Kemungkinan besar uangnya itu sudah habis dimakan rame2 para pejabat2
negara RI ini sehingga tak mungkin dikembalikan lagi selain cuma bermain
sandiwara saja untuk mengulur waktu.
Subscribe to:
Posts (Atom)